Saturday, March 28, 2015

Kemana dan Mau apa setelah lulus Sarjana , BUNG ....




Sarjana merupakan pencapiaan tertinggi sebagai siswa dan mungkin pencapai tertinggi sebahagiaan besar manusia  , dengan  menyandang gelar sarjana maka di harapan akan lebIh mudah mengarungi kehidupan ini menjadi mandiri mendapatkan pekerjaan ,


Fakta yg ada selam ini Orang tua , guru, dosen,  masyarakat selalu menuntut kita  dalam menumpuh sekolah memiliki nilai akademis yang  tinggi , pelajar  yg mendapakan nilai tinggi selalu dianggap pintar dan lebih diatas pelajar lainya mempuyai masa depan yg cerah   , begitu pula dengan sebaliknya pelajar   yg mendapatkan nilai standar dan dibawah seringkali dicap  oleh orang orang yg memiliki otoritas seperti orang tua, guru bahwa mereka tidak  mempunyai masa depan  secermerlang pelajar yg mendapakat nilai bagus .”
Jika pelajar mendapatkan nilai yg tidak sesuai dengan harapan maka  pihak Otoritas  dengan enteng nya meng jude ...”ya... mao jadi apa kamu dengan nilai segini ?? , kamu anak bodoh , kamu anak malas ..dsb

Untuk menjawab tudingan tsb maka kita akan bertanya “apakah nilai tinggi dalam menjamin keberhasilan dalam hidup ?? Untuk menjawab pertanyaan tsb tentunya kita harus mengajukan pertanyaan lagi agar makna dari keberhasilan tsb kita sepakati bersama .

Apakah keberhasilan dalam akademik ?
Atau keberhasilan dalam universitas kehidupan ?
Untuk menjawab pertanyaan tsb mari kita renungi pepatah ini
“bukan hal baru yg saya takuti namun hal lama yg saya anggap benar ternyata salah ,


Dizaman agraria sekolah meliburkan anak anak di musim panas dengan tujuan agar anak anak dapat membantu orangtuanya  di sawah , dan diladang untuk mencukupi kebutuhan keluarga dari sesi ekonomi  , setelah era agraria mulai dipinggirkan muncul era industri pabrik pabrik dimana mana sehingga lowongan kerja terbuka leber dan  diera ini industri membutuhkan karyawan dalam jumlah  besar , perusahan tentunya ingin memilih karyawan karyawan yg berkualitas, cakap dan terampil , cara yg termudah tentunya dengan melihat nilai nilai akademis  , semakin tinggi nilai seseorang berarti akan lebih berpeluang besar masuk  dan diterima perusahaan .dan sebaliknya nilai nilai akademi yg tidak sesuai dengan kehendak perusahan otomatis ditolak dan tereleminasi dengan sendirinya di proses awal .


Era industri mulai bertrasnformasi ke era informasi atau era dunia terkoneksi menjadi satu , informasi  dan teknologi siapaupun yg lebih cepat mendapkannya yg akan menguasi pasar tanpa melihat  sisi akademis ,intelektualitas  , diera ini fakta  yg ada diera industri mulai terbantahkan orang orang yg tidak bersekolah ataupun mendapat nilai rendah ataupun bermasalah dengan sekolah ternyata mampu berhasil hidup . sebut saya Bill gate ,Adam Malik,Abdullah Gymnastiar(AA gim),Andrie Wongso,Buya Hamka,Hendy setiono(kebab turki) Ajib rosid , Puri E Chandra ,Andy F Noya, alm Om Bob   dan masih banyak lagi , mereka adalah orang orang yg mampu bekerja keras , cerdas ,fokus keahliaan mampu menangkap peluang,menjaga hubungan baik , networking yg bagus , mempunyai energi Positif  ya tanpa ijazah apalagi Nilai Tinggi .jika kita membaca buku buku mereka , berbicara dengan mereka jelas sekali pemikiran mereka berbeda dengan kebanyakan orang


Maka terjawab sudah  pertanyaan kita,orang yg mempunyai otoritas tinggi seperti  orang tua , guru dosen yg selalu menuntut nilai tinggi ,mereka sebenarnya terjebak dipemikiran  masa atau era industri , sedangkan zaman telah berubah , ya Telah berubah . “Change you Mind ,Change you world”

School is”not Job

Sekolah tidak sama dengan pekerjaan itulah fakta sekarang , tuntutan dan kehendak  zaman yg berbuat seperti itu , ada sarjana elektro jadi agen asuransi , ada sarja hukum saja   agen properti , ada teknik sipil  jadi guru, sarjana akuntansi jadi pedagang /pengusaha  yg miris sarjana bekerja dilevel pendidikan SMA hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup  , semuanya serba mungkin dizaman sekarang , poinnya apapun pekerjaan  dituntut untuk menerimanya  ,hidup mandiri adalah tujuaan yg harus dicapai apapun pekerjaannya , menghasilkan uang ,ya uang ,katanya uang no 1 eh salah no 2 , setelah oksigen tanpa oksigen kita pasti mati dan kalau tanpa uang rasanya mau mati ,hehehehe


Seperti penjabaran diatas bengitu banyaknya sarjana yg bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terpaksa bekerja di bidang lainnya yg tidak sesuai dengan keilmuan , sehingga  alm Bob Sadino pernah berkata “untuk apa sekolah ,? Ya persepsi yg dibangun om Bob tentunya tidak salah dan keliru , dia mampu membuktikan program pikiranya bahwa sekolah ternyata bukan satu satunya faktor penentu keberhasilan hidup seseorang , kita tidak perlu tahu banyak hal ,  berbicara banyak hal , sehingga tidak fokus dan akhirnya tidak profesional dan akhirnya dibayar dengan rendah,keahliaan lah yg  dibayar mahal  . saya pun  akhirnya menyadari hal itu diusia yg cukup matang , seorang BJ Habibie saking fokusnya ke minatdan bakat serta pekerjaan  beliau, beliau pun tidak tahu siapa itu Roma Irama  sang Raja dangdut yg melengenda . ya ternyata kita tidak perlu tahu banyak hal supaya kita sukses .


IQ( Intellegence Qouitient) ,EQ (Emosional Quientent) ,SQ (Spritual Qouient)

Dulu orang beranggapan bahwa IQ lah satu satunya penentu suksesnya hidup seseorang , namun hal itu mulai tergeser , EQ lebih dianggap lebih menentukan , namun ternyata hal itupun  disaat ini pun orang mulai menyadari SQ yg paling menentukan  dan mendapat nilai tertinggi , disaat orang mempunya SQ tinggi maka awarnessnya lah membimbing kita  dalam mengarungi Universitas  kehidupan  dengan baik dan sukses , jika  seseorang yg kita anggap bahwa  SQ tinggi namun hidupnya  masih ingin berkelimpahan (kaya)namun fakta  beliau  masih miskin dan kekurangan hal ini pertanda adanya vibrasi yg salah dalam memaknai Awarness  dlam diri orang tsb  , Pada level ini  seharusnya orang orang yg ber SQ tinggi  hidup hal  kemiskin(kekurangan finansial )  adalah karena pilihan dan keyakinan  hidup  mereka . liahat lah Nabi Muhammad SAW, Ali bin abi thalib,Mother Theresa,  serta para sufi/ guru besar lainya  .atau disisi kaya nya ada Nabi sulaiman  AS , Ibrahim ,  Usman Bin Affan ra , Abu bakar Ra , Abdurahman bin auf , dan  masih banyak tokoh lainnya .

Untuk  mencapai proses menuju sempurna dalam universitas kehidupan ,proses belajar tidak boleh berhenti sampai selepas sarjana  , malas membaca buku , malas meng update diri ,merasa pintar dan hebat  adalah bencana besar yg dialami oleh sarjana sarjana sehinggga banyak yg gagal,depresi stress  dalam kehidupan ini  disamping bekerja tanpa passioon pun membawa kita terjebak dalam keputus asaan yg tidak terceritakan  , realita kehidupan kadang kala hanya mampu diselesai  kan bukan  semata dari intelekualitas namun kadang dari faktor pengendaliaan  emosi  dan spritualis yg kita bangun  yg terupdate lah yg membawa kebahagiaan  dan kesukses dalam belajar di Universitas kehidupan


Tak ada jalan lain “jadilah pembelajar seumur hidup “أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” (HR. Bukhori)

Semoga bermanfaat
(pencariaan Jiwa)

Read more »

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Mind Technology Mind Driver 2010

Template By annifaisal