Perceraian tidak muncul dengan mendadak , ada gejala gejala awal yang mendahuluinya. anda dituntut untuk mengenali gejalanya ,lalu memperbaikinya agar tercipta keutuhan perkawinan . dan jika tidak maka Perceraiaan adalah halal yg di benci Allah,
Fase tsb menurut Robert S Feldman terdiri dari
1. Fase Breakdown
fase anda kecewa dengan hubungan anda. pasangan anda yang sudah tidak seperti yang anda harapkan dan impiaan prikulanya mulai berubah gejala pertama . anda mulai menyindir perilaku pasangan anda.
2. Fase Intrapsychic
dari kekecewaan yang terus menerus anda mulai memperhatikan perilaku pasangan anda, terutama yang menurut anda tidak sesuai dengan harapan anda , tindakan anda mulai berani mengkritik/mengkoreksi membantah perilaku pasangan anda. tahapan ini ditandai dengan pertengkaran sering terjadi meributkan hal hal sepele dan masalah kecil selalu menjadi hal yg besar ,tindakkan lainya anda cenderung menyerang menyerang pasangan atau memendam rasa jengkel marah dan keseal pada tahapan ini . anda sudah mulai berfikir mencari kenyamanan dengan orang lain. perselingkuhan biasa terjadi di fase ini
3. fase Dyadic
fase ini pertengkaran anda semakin hebat, masing masing sudah tidak memperdulikan lagi perasaan pasangannya dalam pertengkaran anda selalu ingin menang anda menolak semua penjelasan pasangan anda atau sebaliknya tidak ada pertengkaran sama sekali namun anda sudah tidak mempedulikan lagi perilaku pasangan anda. anda sibuk dengan kesenangan anda sendiri selain dengan pasangan.
4. Fase Sosial
anda mulai menjelekkan perilaku pasangan anda si social media, atau dengan teman dengan maksud menunjukkan keburukan pasangan anda bukannya mencari solusi.
5. Fase Grave Dressing
anda mendatangi KUA dan mulai mengajukan perceraian , sebagai proses formal bernegara .
komunikasi yg terbuka dan kepercayaan dalah pondasi jika anda ingin mempertahankan dan mengembalikan kebahagiaan perkawinan anda, saling tepo seliro , toleransi .menghargai perasaan pasangan , sabar,memaafkan , dan sikap positif lainnya sangat diperlukan dalam membangun keharmonisan keluarga , tak ada masalah yg tak bisa diselesaikan , hati yg terbuka , saling memaaafkan , toleransi diperluka apabila gejolak dan gelombang perkawinan terjadi.
masalah dlm perkawinan itu lumrah terjadi , karena adanya masalah dan problem tsb kita akan tumbuh lebih baik dan bijaksana .maka berterimakasih pada masalah yg ada dlm hidupmu .
dengan pepatah orang dulu yg patut kita renungi
"Keluarga yang bahagia bukan keluarga yang tanpa konflik masalah dan adem ayem , namun keluarga yang mampu selalu bertumbuh dan mengambil hikmah dan makna diantara konflik,masalah yang dihadapi dan terselesaikan ".
0 komentar:
Post a Comment